Author Archives: bankmandirikredit

User Dan Password Bank Mandiri Internet Bisnis

Bank MandiriBank Mandiri internet bisnis adalah layanan e-banking untuk melakukan transaksi finansial dan non finansial dengan aplikasi internet banking yang diperuntukkan bagi Nasabah bisnis dari segmen perorangan dan perusahaan khususnya kategori perusahaan kecil dan menengah.Fitur yang terdapat di dalam layanan mandiri internet bisnis antara lain informasi umum rekening, transfer, pembayaran, pembelian, admiminstrasi, infomasi bisnis dan aktivitas bisnis.

User Dan Password Bank Mandiri Internet Bisnis

  • User ID dan Password MIB merupakan identitas atau kode yang bersifat rahasia yang kewenangan penggunaannya ada pada Nasabah. Segala konsekuensi yang timbul sebagai akibat penyalahgunaan User ID dan Password merupakan tanggung jawab Nasabah sepenuhnya dan Nasabah dengan ini membebaskan Bank dari segala tuntutan yang mungkin timbul dalam bentuk apapun dan dari pihak manapun.
  • Nasabah wajib mengamankan User ID dan Password yang dimilikinya. Dalam kaitan tersebut Nasabah tidak diperkenankan untuk :
    • memberitahukan User ID dan Password kepada orang lain
    • menyimpan User ID dan Password pada sarana penyimpanan yang memungkinkan diketahui orang lain

Nasabah diwajibkan pula untuk mengganti Password secara berkala.

  • Penggunaan User ID dan Password mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan perintah tertulis yang ditandatangani oleh Nasabah.

Penghentian Akses Layanan Bank Mandiri Internet Bisnis

  • Layanan MIB akan dihentikan oleh Bank apabila :
    • Terdapat permintaan tertulis dari Nasabah.
    • Diharuskan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan atau putusan pengadilan.
    • Pengguna menutup seluruh rekening yang terkait dengan layanan MIB.
    • Nasabah salah memasukkan Password sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut.
  • Untuk mengaktifkan kembali layanan tersebut, Nasabah harus menghubungi Call Center 500150 atau 14000 atau menghubungi Cabang yang melakukan pendaftaran MIB untuk pertama kali.

Sumber : Bank Mandiri

Advertisements

Bank Mandiri Salurkan Kredit Sindikasi Terbesar di Indonesia

Bank MandiriPT Bank Mandiri Tbk (BMRI) fokus memberikan kredit sindikasi kepada perusahaan yang membutuhkan. Hal ini mengukuhkan perseroan sebagai bank penyalur kredit sindikasi terbesar di Indonesia selama dua tahun berturut-turut sejak tahun 2011.

Menurut data Bloomberg, kredit sindikasi yang ditangani Bank Mandiri pada tahun lalu sebanyak 18 transaksi senilai total 1,4 miliar dollar AS atau setara dengan sekitar Rp 13,4 triliun. Jumlah penyaluran kredit sindikasi tersebut menempatkan Bank Mandiri di posisi teratas daftar 10 besar mandated arranger di tanah air. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok menjelaskan salah satu transaksi kredit sindikasi yang dilakukan Bank Mandiri pada tahun lalu adalah pembiayaan kepada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk untuk pembangunan pabrik Blast Furnace di Cilegon.

Pada transaksi dengan nilai total 450 juta dollar AS tersebut, Bank Mandiri bertindak sebagai mandated lead arranger bersama dengan BNI dan BRI khususnya untuk onshore loan dengan nilai pembiayaan Bank Mandiri sebesar 300 juta dollar AS atau setara dengan sekitar Rp 2,95 triliun yang di dalamnya termasuk standby facility. Fransisca mengatakan, penyaluran pembiayaan dengan pola sindikasi dianggap efektif untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek besar, khususnya sektor infrastruktur.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan peran aktif dalam mendukung upaya pengembangan bisnis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui aliansi dengan bank lain. Sebab, dengan aliansi, peran perbankan dalam mendukung ekonomi dapat lebih optimal,” kata Fransisca di Jakarta, Kamis (10/1/2013). Sejalan dengan pencapaian Bank Mandiri, PT Mandiri Sekuritas, anak perusahaan Bank Mandiri, juga mencatat keberhasilan dalam mempertahankan posisi sebagai penjamin emisi terbesar dan teraktif di Indonesia.

Sebagai investment bank terbaik di Indonesia, Mandiri Sekuritas menguasai pangsa pasar penjaminan emisi senilai total Rp 11,456 triliun dari 33 perusahaan di sepanjang 2012. Selain itu, di tahun lalu Mandiri Sekuritas juga turut menangani rights issue Bank Tabungan Negara senilai Rp 1,87 triliun dengan hasil yang memuaskan.

Sumber : Kompas

BI Minta BPD Contoh Bank Mandiri dan BRI

Bank MandiriDeputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mencontoh ekspansi PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Dua bank BUMN itu dinilai memiliki pertumbuhan dan tata kelola yang baik.

“BUMN itu sekarang sangat profesional, efisien, dan inovasinya luar biasa. Saya sebut saja, Bank Mandiri dan BRI itu bank yang sangat agresif, sangat baik buat jadi panutan bagi BPD-BPD,” kata Halim di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 3 November 2012.

Menurutnya, BI akan memperkuat tingkat permodalan dan efisiensi menjadi hal paling utama dalam pengembangan industri perbankan BPD.

Di tempat yang sama, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan untuk mengembangkan kerjasama antar BPD, BI akan mendorong program BPD Regional Champion. Caranya melalui kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam bentuk penyelenggaraan APEX Bank dan linkage program.

APEX bank merupakan lembaga sebagai pengayom BPR, untuk memberikan bantuan saat bank perkreditan mengalami kesulitan likuiditas. “Jadi ke depan BPD bisa membantu likuiditas BPR, melalui APEX Bank. Nah untuk jalankan ini BPD harus sehat.” tegas Darmin.

Darmin mencontohkan jika BPD memberikan marjin bunga sekitar 11-12 persen ke BPR, bunga BPR yang dikenakan masyarakat untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa mencapai 22 persen. “Kita juga akan minta bank yang mengucurkan kredit mikro akan kita minta buka suku bunganya (SBDK),” ungkap Darmin.

Sumber : VIVAnews

Bank Mandiri Produk Impor – Inward Documentary Collection

Bank MandiriInward Documentary Collection dari Bank Mandiri merupakan cara yang lebih sederhana dan mudah dalam melakukan perdagangan internasional, di mana kegiatan impor Anda akan dilakukan tanpa menggunakan LC. Pada transaksi ini dokumen atas barang yang telah dikirimkan oleh seller akan ditagihkan kepada Anda melalui bank mandiri. Kami sebagai presenting bank akan memberikan dokumen tersebut kepada Anda apabila syarat Inward Documentary Collection tersebut telah dipenuhi.

Proses collection dimulai saat seller telah mengirimkan barangnya, mempersiapkan dokumen yang diperlukan dan memberikan dokumen tersebut kepada banknya untuk ditagihkan kepada Anda. Bank seller Anda (remitting bank), akan mengirimkan dokumen- dokumen tersebut kepada kami (collecting/presenting bank) untuk dimintai pembayaran atau akseptasi kepada Anda.

Dengan lebih dari 1000 correspondent bank di seluruh dunia, supplier Anda akan dengan mudah mengirimkan dokumen ekspornya melalui bank koresponden kami sehingga dokumen dapat Anda terima lebih cepat dan meminimalisir biaya tambahan maupun risiko kerusakan barang Anda di pelabuhan.

Document Against Payment (D/P) dan Document Against Acceptance (D/A) merupakan dua jenis Documentary Collection cost effective yang dapat Anda tawarkan pada supplier Anda sebagai alternatif dari transaksi LC. Sebelum Anda memutuskan apakah akan membayar secara tunai (D/P) atau menerima dan membayar pada saat yang akan datang (D/A), Anda dapat datang ke Trade Servicing Center kami untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Benefit

  1. Keleluasan untuk memeriksa dokumen atas barang yang dikirim oleh seller terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran.
  2. Memungkinkan Anda untuk memperoleh barang yang Anda impor sebelum melakukan pembayaran (D/A).
  3. Merupakan alternatif pembayaran dari LC

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai produk-produk kami, silahkan anda hubungi Call Mandiri di 14000.

Sumber : Bank Mandiri

Bank Mandiri Auto Installment

Bank MandiriBank Mandiri Auto Installment adalah sebuah program baru dari bank mandiri yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam melakukan semua jenis transaksi. Belanja merupakan kegiatan yang menyenangkan, tidak hanya bagi wanita, namun para pria pun menyukainya.

Jika Anda termasuk salah satu yang menggemari belanja, kini Anda akan semakin mudah dalam membayar tagihan belanja Anda karena mandiri visa platinum menyediakan fasilitas mandiri auto installment. Fasilitas ini memberikan kemudahan untuk mengubah transaksi retail apapun menjadi cicilan dengan bunga ringan per bulan dengan jangka waktu hingga 18 bulan.

Syarat dan ketentuan berlaku :

  1. Transaksi retail dapat diubah menjadi cicilan maksimal 7 hari sebelum tanggal cetak tagihan.
  2. Min transaksi untuk menjadi cicilan adalah Rp. 1 juta/transaksi, khusus 18 bulan min transaksi Rp 50 juta.
  3. Transaksi yang dapat diubah menjadi cicilan hanya transaksi retail.
  4. Perubahan transaksi tidak berlaku untuk program yang telah terdapat mekanisme cicilan (Program Power Buy, Power Cash, Transfer Balance)
  5. Untuk pelunasan dipercepat akan dikenakan sanksi sebesar 5% dari sisa pokok ditambahkan dengan sisa bunga Autoinstallment.

Untuk mengubah transaksi, Anda cukup SMS ke nomor 9333 dengan format:

MCC(spasi)namapadakartu#nilaitrx#approvalcode#tenor

Contoh: MCC Prasetyo#1000000#12345F#3

Approval code berisi 6 angka yang terdapat pada pojok kanan atas sales draft yang bertuliskan: “appr. code”. Layanan SMS ini dapat dilakukan oleh Anda yang menggunakan operator telepon Telkomsel, Indosat dan XL. Anda akan dikenakan biaya Rp 2000,-/SMS. Selain melalui SMS, Anda juga dapat mengisi aplikasi online melalui website http://mandirikartukredit.com/program/ auto-installment.

Kini, apapun jenis transaksi retail Anda akan semakin mudah dan terencana melalui mandiri auto installment. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi mandiri call 14000 atau (021) 5299-7777.

Sumber : Bank Mandiri

Volume Transaksi Eskpor Bank Mandiri Tumbuh 30 Persen

Bank MandiriVolume transaksi ekspor Bank Mandiri dalam tiga tahun terakhir, tumbuh rata-rata 30 persen per tahun. Hingga September 2012, transaksi ekspor melalui Bank Mandiri tercatat 40,8 miliar dollar AS sedangkan transaksi impor sebesar 42,5 miliar dollar AS atau tumbuh sebesar 31 persen . Di sisi bank garansi, Bank Mandiri telah mendominasi pasar dengan market share sekitar 24 persen .

Direktur Commercial and Business Banking Bank Mandiri Sunarso, Kamis (18/10/2012) mengatakan, pada akhir 2012, transaksi ekspor melalui Bank Mandiri diharapkan dapat mencapai 63,5 miliar dollar AS dan transaksi impor 60,9 miliar dollar AS serta transaksi bank garansi mencapai Rp 32,3 triliun.

Saat ini, para eksportir dan importir dapat melakukan transaksi ekspornya di 13 Trade Service Center (TSC) dan 18 Trade Service Desk (TSD) Bank Mandiri yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada setiap kantor terdapat trade specialist yang dapat membantu eksportir, importir dan pelaku bisnis dalam mengurusi transaksinya. Khusus untuk eksportir dari segmen usah akecil dan menengah (UKM). Bank Mandiri juga memberikan layanan edukasi guna meningkatkan daya saing UKM dalam menembus pasar global. Edukasi tersebut meliputi peningkatan kemampuan managemen perusahaan, perluasan jaringan guna membuka pasar ekspor serta implementasi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance -GCG).

“Melalui berbagai inovasi tersebut, kami ingin memberikan berbagai kemudahan layanan perdagangan bagi nasabah pelaku bisnis dan memperlancar masuknya DHE ke Indonesia terutama melalui Bank Mandiri. Kami berharap, melalui upaya ini Bank Mandiri dapat menjadi bank utama transaksi trade bagi nasabah, bank penerima DHE utama dengan market share terbesar yaitu mencapai 35 persen dan bank penerbit bank garansi utama dengan market share diatas 25 persen . Kami optimis dapat mencapai target itu karena per Agustus 2012 market share DHE Bank Mandiri telah mencapai 28,8 persen dan market share BG telah mencapai 24 persen,” ujar Sunarso.

Sumber : kompas

Bank Mandiri Kucurkan Kredit Lewat Kantor Pos

Bank MandiriPT Bank Mandiri Tbk menggandeng PT Pos Indonesia memperkuat layanan kredit mikro. Bank terbesar di Indonesia itu membuka kantor layanan kredit mikro yang terintegrasi melalui kantor pos yang pertama di Sidoarjo, Jawa Timur. “Kami ingin lebih mendekatkan diri lagi ke masyarakat Indonesia melalui sinergi dengan Pos Indonesia,” kata Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, saat meresmikan kantor layanan mikro bernama Mandiri Mitra Usaha Pos, di Sidoarjo, Jumat, 19 Oktober 2012.

Zaini mengatakan pihaknya dan PT Pos memiliki misi yang sama sebagai agen pembangunan. Melalui kerja sama ini, kedua perseroan akan bersinergi untuk membangun Indonesia dengan pengembangan usaha mikro yang merupakan penopang perekonomian nasional. Menurut dia, Bank Mandiri secara serius menggarap sektor mikro. Hingga September 2012, perseroan telah menyalurkan kredit ke sektor usaha mikro sebesar Rp 40,28 triliun. Angka tersebut tumbuh 63,61 persen dibandingkan dengan penyaluran kredit hingga September 2011 yang mencapai Rp 24,62 triliun.

Dari sisi jumlah nasabah, di sektor kredit mikro juga meningkat pesat menjadi 789 ribu nasabah hingga bulan September 2012. »Angka ini meningkat dibandingkan 647 ribu nasabah pada bulan September 2011,” ujarnya. Di lain pihak, dari total kredit mikro tersebut sebesar Rp 29,28 triliun atau 72,69 persen disalurkan ke sektor usaha produktif dengan fokus pada produk-produk unggulan, seperti pedagang kelontong, pedagang pasar, warung makan, dan pertanian.

Angka penyaluran kredit tersebut kian meningkat hingga Rp 46,10 triliun sampai akhir 2012 melalui kerja sama dengan Pos Indonesia yang saat ini memiliki lebih dari 3.700 jaringan kantor yang tersebar sampai pelosok Tanah Air. “Khusus di wilayah Jawa Timur, kredit mikro yang telah disalurkan mencapai Rp 4,44 triliun,” kata Zaini. Penyaluran terbesar ditujukan kepada sektor usaha produktif yang mencapai Rp 3,20 triliun atau 72,20 persen dari total penyaluran kredit mikro Bank Mandiri di Jawa Timur.

Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, mengemukakan kerja sama Bank Mandiri dengan Pos Indonesia telah dilakukan sejak tahun 2010. Upaya itu meliputi kerja sama korporasi dan pemanfaatan jaringan, outlet, dan layanan milik Pos Indonesia. “Selama ini, Pos Indonesia sendiri dapat memberikan layanan jasa berupa pengiriman surat dan paket pos (mail/parcel), logistik, serta jasa keuangan (financial services) kepada masyarakat yang berada di urban area maupun rural area,” ucapnya.

Melalui kantor layanan Mandiri Mitra Usaha Pos tersebut, masyarakat dapat mengakses Kredit Usaha Mikro berupa kredit usaha dengan maksimum limit kredit sebesar Rp 100 juta. Masyarakat juga dapat mengakses Kredit Serbaguna Mikro yang bisa memenuhi berbagai kebutuhan dengan maksimum kredit sebesar Rp 50 juta. Pada tahun 2011, kata Mardjana, kantor layanan Mandiri Mitra Usaha Pos yang terbentuk berjumlah 10 kantor layanan–yang terdiri atas enam KCP Mandiri Mitra Usaha Pos dan empat Kios Mandiri Mitra Usaha Pos. Jumlahnya naik hingga 29 kantor saat ini. Hingga akhir tahun ditargetkan meningkat hingga 39 kantor, terdiri atas 35 KCP dan empat kios mandiri mitra usaha pos.

Sumber : Yahoo